Film Pengabdi Setan (2017) karya sutradara Joko Anwar menjadi tonggak kebangkitan genre horor di Indonesia, meraih kesuksesan besar dan pengakuan internasional. Film ini tidak hanya menakut-nakuti penonton, tetapi juga menghadirkan standar baru dalam produksi film horor lokal. Keberhasilannya membuktikan bahwa film horor Indonesia mampu bersaing di kancah global, menjadikannya tontonan yang sangat dinikmati masyarakat Jawa Timur (Jatim) dan seluruh Indonesia.
Sebelum, genre horor Indonesia seringkali identik dengan cerita yang kurang berkualitas dan mengandalkan visual murahan. Namun, Joko Anwar berhasil mematahkan stigma tersebut. Ia menggarap film ini dengan serius, mulai dari penulisan skenario yang kuat, sinematografi yang apik, hingga arahan akting yang mendalam, menciptakan pengalaman horor yang lebih matang dan artistik.
mengisahkan sebuah keluarga yang diteror setelah kematian sang ibu. Elemen-elemen horor klasik dipadukan dengan kearifan lokal, seperti sosok “Ibu” yang menyeramkan dan ritual-ritual misterius. Alur cerita yang dibangun secara perlahan namun pasti menciptakan atmosfer ketegangan yang mencekam, membuat penonton terus bertanya-tanya dan merasakan kengerian di setiap adegannya.
Film ini tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga meraih pengakuan internasional di berbagai festival film. Pujian datang dari kritikus dan penonton global, menyoroti kualitas produksi yang tinggi dan kemampuan untuk menyajikan horor yang menakutkan tanpa harus bergantung pada jump scare murahan. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi industri perfilman Indonesia.
Antusiasme masyarakat Jatim terhadap sangat tinggi. Bioskop-bioskop di Surabaya, Malang, dan kota-kota lain di Jatim dipadati penonton yang penasaran dengan film horor berkualitas ini. Fenomena membuktikan bahwa selera penonton Indonesia telah berkembang, mencari film horor yang tidak hanya menyeramkan, tetapi juga memiliki kedalaman cerita dan kualitas visual yang baik.
Keberhasilan juga membawa dampak positif bagi para sineas horor lainnya. Film ini membuka jalan dan memberikan inspirasi bagi sutradara dan produser untuk berani bereksperimen dengan genre horor, menciptakan karya-karya yang lebih inovatif dan berani. Kini, horor Indonesia semakin diperhitungkan, baik di kancah domestik maupun global, ini adalah sebuah kemajuan.
Kesuksesan Pengabdi Setan juga menjadi pelajaran berharga tentang kekuatan penceritaan yang baik. Dengan mengangkat kembali kisah klasik “Pengabdi Setan” (1982) dan memberikan sentuhan modern yang cerdas, Joko Anwar berhasil menciptakan film yang relevan dan menakutkan bagi generasi baru. Ini menunjukkan bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari masa lampau.