Pencemaran Sungai Citarum: Satgas Citarum Harum Bersihkan Sampah Plastik Skala Besar

Krisis lingkungan akibat sampah plastik di Sungai Citarum, yang dikenal sebagai salah satu sungai terkotor di dunia, terus menjadi fokus penanganan serius. Sebagai respons, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melakukan operasi pembersihan besar-besaran untuk mengatasi pencemaran sungai yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pada hari Rabu, 19 November 2025, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, serta relawan masyarakat dikerahkan di sektor 8 Citarum. Mereka menggunakan alat berat dan perahu karet untuk mengangkut ribuan ton sampah, yang sebagian besar merupakan sampah plastik rumah tangga dan limbah industri. Operasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan fungsi ekologis sungai Citarum.

Pencemaran sungai ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat di sepanjang aliran sungai. Sampah plastik yang menumpuk menghambat aliran air, memicu banjir saat musim hujan, dan menjadi sarang penyakit. Kolonel Czi. Candra Ariyanto, Dansektor 8 Satgas Citarum Harum, menjelaskan bahwa operasi kali ini menargetkan pembersihan di beberapa titik terparah, termasuk di area Bendungan Cihampelas. “Kami menargetkan sampah plastik ini bersih total dalam waktu dua minggu,” ujar Kolonel Candra. Pencemaran sungai Citarum juga disebabkan oleh limbah cair dari pabrik-pabrik yang beroperasi di sekitar kawasan. Satgas Citarum Harum telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas pabrik yang terbukti membuang limbah tanpa pengolahan yang benar. Pada hari Jumat, 21 November, tim penyidik dari Polda Jawa Barat telah menyegel tiga pabrik tekstil yang terbukti melanggar aturan.

Meski demikian, pencemaran sungai ini tidak akan tuntas hanya dengan operasi pembersihan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi kunci utama. Satgas Citarum Harum dan komunitas lokal secara rutin mengadakan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Mereka juga mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Dalam sebuah acara sosialisasi di Desa Rancamanyar, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 24 November, tim dari Satgas Citarum Harum mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik.

Pencemaran sungai ini adalah masalah bersama yang membutuhkan solusi terintegrasi. Selain penegakan hukum dan edukasi, pemerintah daerah juga harus menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai. Dengan adanya kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, dari pemerintah, aparat penegak hukum, industri, hingga masyarakat, diharapkan program Citarum Harum dapat benar-benar mewujudkan kembali sungai Citarum yang bersih, indah, dan bermanfaat bagi kehidupan.