Perempuan Korban Penusukan Dari Pacarnya di Surabaya

Sebuah Kisah Miris kekerasan dalam hubungan kembali terjadi, kali ini di Surabaya, Jawa Timur, di mana seorang Perempuan Korban Penusukan oleh pacarnya sendiri. Insiden tragis ini menyoroti bahaya kekerasan yang dapat terjadi dalam hubungan romantis dan pentingnya kesadaran akan tanda-tanda bahaya dalam dinamika interpersonal. Pihak kepolisian telah bergerak cepat untuk menangani kasus ini dan mengejar pelaku.

Peristiwa memilukan ini dilaporkan terjadi pada hari Senin, 26 Mei 2025, sekitar pukul 23.00 WIB, di sebuah rumah kos di kawasan Dukuh Pakis, Surabaya. Korban, seorang wanita berusia 24 tahun berinisial Melati (bukan nama sebenarnya), ditemukan bersimbah darah oleh penghuni kos lainnya. Saksi mata mendengar keributan hebat sebelum korban ditemukan dengan luka tusuk di bagian perut. Segera setelah menemukan korban, warga setempat langsung menghubungi Unit Gawat Darurat dan kepolisian.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisinya dilaporkan kritis namun stabil setelah menjalani operasi. Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKBP Roni Sasongko, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kuat dugaan pelaku penusukan adalah pacar korban sendiri, berinisial AG (27 tahun), yang langsung melarikan diri setelah kejadian. Ini adalah Perempuan Korban Penusukan yang berpotensi menjadi korban KDRT.

AKBP Roni Sasongko menyatakan bahwa timnya telah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran intensif. Motif di balik penusukan ini diduga karena cemburu atau perselisihan dalam hubungan asmara yang memuncak menjadi tindak kekerasan. Pihak kepolisian mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri, serta meminta bantuan masyarakat jika memiliki informasi mengenai keberadaan AG. Kasus Perempuan Korban Penusukan ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak akan bahaya kekerasan dalam pacaran atau rumah tangga. Pentingnya komunikasi yang sehat, pengenalan terhadap tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, serta keberanian untuk mencari bantuan adalah kunci untuk mencegah tragedi serupa. Polrestabes Surabaya berkomitmen untuk menindak tegas pelaku kejahatan ini dan memberikan keadilan bagi korban.