Fenomena “emak-emak” sebagai penentu rating televisi bukanlah mitos, melainkan fakta komersial. Kelompok ini mewakili segmen yang paling loyal dan memiliki waktu luang signifikan di siang hingga sore hari. Mereka adalah pengambil keputusan penting dalam memilih tontonan di rumah. Stasiun TV merespons preferensi ini dengan menyajikan konten yang terasa dekat dan mudah dicerna, seperti gosip.
Sangat jarang program tentang geopolitik, ekonomi, atau fisika kuantum mendapat slot tayang utama. Hal ini didasarkan pada pengambil keputusan: program yang ringan dan berfokus pada urusan pribadi atau drama emosional memiliki potensi rating lebih tinggi. Gosip menawarkan pelarian instan dan memenuhi rasa ingin tahu sosial, menjadikannya pilihan aman bagi yang mencari hiburan tanpa beban.
Realitas kehidupan sehari-hari “emak-emak” seringkali sarat dengan kompleksitas rumah tangga. Ketika mereka mencari hiburan, mereka cenderung memilih tontonan yang tidak menambah beban pikiran. Gosip menyajikan pengambil keputusan yang bisa dihakimi, memberikan rasa keterlibatan sosial tanpa memerlukan analisis mendalam. Ini sangat efektif dalam menarik Target Penonton yang mencari relaksasi.
Sebaliknya, geopolitik dan isu berat lainnya menuntut fokus, latar belakang pengetahuan, dan analisis kritis. Program semacam ini cenderung disukai oleh segmen pemirsa yang lebih kecil dan spesifik. Stasiun TV, dengan logika bisnisnya, akan selalu memprioritaskan konten yang menjangkau Target Penonton terbesar, menganggap program cerdas kurang efisien secara biaya dan waktu tayang.
Ini menimbulkan dilema tentang peran media sebagai agen edukasi dan informasi. Ketika preferensi hiburan Target Penonton (yang didorong oleh gosip) mendikte konten secara total, peluang masyarakat untuk meningkatkan literasi politik dan ilmiah tergerus. Televisi menjadi kurang berfungsi sebagai jendela dunia yang mencerdaskan, lebih sebagai pelayan hasrat emosional.
Mengubah tren ini memerlukan upaya kolektif: stasiun TV harus berinovasi menciptakan program edukatif yang dikemas dengan menarik dan emosional, meniru formula sukses gosip. Sementara itu, “emak-emak” sebagai Target Penonton terbesar juga memiliki kekuatan untuk menuntut konten yang lebih bermutu. Daya tawar ada di tangan pemirsa untuk mendikte kualitas tayangan.